Anakku kini memanggilku Papa

8 02 2008

Suatu hari, tiba-tiba Dhimas, anakku yang pertama memanggilku ‘Papa’. Ini tidak biasanya, ya sering sih dia memanggilku dengan sebutan yang lain tapi ketika sedang bercanda. Namun kali ini Dhimas memanggilku ‘Papa’ dengan nada serius. Karena dalam kesehariannya kami mengajarkannya memanggilku dengan sebutan ‘Ayah’. Ini sejak aku dan mamanya masih pacaran.

Dulu memang kami saling memanggil ‘mama’ dan ‘ayah’. Nggak lazim sih memang. Karena Ayah biasanya identik dengan Ibu. Sementara Mama identik dengan Papa. Nah, ketika Dhimas memanggilku ‘papa’ tersebut, kami -orangtuanya- sempat kaget. Lalu Mamanya bertanya, ” Hey! Sejak kapan Dhimas panggil Ayah dengan sebutan Papa?”. Dhimas hanya tersenyum.

Waktu berikutnya ketika Dhimas memanggilku, lagi-lagi dengan sebutan Papa. Bahkan ketika sedang menangis meminta pertolongan saat terjatuhpun Dhimas tetap menggunakan sebutan Papa kepadaku. Juga ketika bangun tidur keesokan harinya, dan ketika terbangun untuk diantar pipis malam harinya. Kami sedikit heran, kenapa Dhimas begitu konsisten dengan evolusi memanggilnya. Lalu demi rasa penasaran kami, aku pun bertanya kepada Dhimas kenapa dia memanggilku Papa. Dia menjawab, “biar kaya di tipi” katanya. Kamipun tertawa bersamaan.

Lalu sejak saat itulah Dhimas memanggilku dengan sebutan Papa. Tetanggaku pada heran, kok bisa semudah itu merubah memori padahal dia masih kecil. Ya, Dhimas memang masih kecil. Baru berusia 5 tahun. Saat ini dia TK kecil. [tri]


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: