Kriteria Menjadi Warung Langgananku

8 02 2008

Di beberapa tempat yang sering aku singgahi, aku biasanya memiliki tempat makan yang aku jadikan langganan. Warung makan sih, bukan restoran seperti kebanyakan orang. Namun, meski hanya warung makan, tapi aku selalu ‘mengajukan’ syarat untuk bisa masuk menjadi warung makan langgananku. Yakni seperti ini;

1. Murah. Ini jelas, aku nggak mau makan meski enak tapi harganya nggak sepantasnya. Misal, ayam goreng, nasi, sama teh anget 12500. Ini namanya mahal. Setidaknya porsi seperti tadi maksimal 7500. Normalnya 5000 bahkan kurang.

2. Nyaman. Maksudnya nyaman adalah; tempatnya agak luas, tidak berdesakan ketika sedang ramai. Parkirnya juga memadai. Pelayanananya juga menyenangkan. Aku paling suka setelah makan merokok sebentar barang 15 menit. Ketika merokok kita merasakan kenyamanan.

3. Higienis. Banyak warung makan yang murah tapi nggak higienis. Terkadang beberapa makanan kemasukan demu, meja yang kotor, baik kotor kering maupun basah. Cara pemasakan dan dapurpun sering menunjukkan warung itu higienis atau tidak.

4. Enak. Ini jelas. Senyaman apapun kalau masakannya tidak enak siapaun nggak bakalan mengulanginya untuk makan disitu.
Itulah setidaknya 4 (empat) kriteria untuk menjadi warung makan langgananku. Anda tidak sependapat? Silahkan posting komentar Anda… [tri]


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: