Makan Enak Murah Hanya 2500perak

8 02 2008

Disaat dunia pertahuan dan pertempean di guncang dengan adanya harga kedelai yang merangkak naik, saya masih bisa menikmati lauk hasil olahan dari biji-bijian jenis palawija itu dengan harga yang ekonomis (baca:murah). Ya, ini karena baru saja saya bisa menikmati seporsi tempe penyet hanya dengan Rp. 2500,- . Harga tersebut sudah termasuk nasi putih, lalapan aneka warna bebas pilih, sambal terasi yang mak nyoozzz dan segelas air putih, maksud saya air bening (teman saya sering menyela, jika saya menyebut air putih berarti susu).

Seperti biasanya, selama berada di Malang beberapa hari ini setiap selesai Maghrib, saya berjalan jalan keluar dengan Smash-ku untuk mencari makan malam. Setelah berputar-putar kota, akhirnya saya melihat sebuah warung makan spesialis lalapan. Ini menu favorit saya. Warungnya rame. Biasanya kalau rame pasti laris. Setidaknya masuk kategori saya menjadi warung langganan.

Ya, setelah saya memarkir motor, saya pun masuk ke warung itu. Benar saja, menunya lengkap. Ada lele, ayam goreng, telor penyet dan tentu saja tempe penyet. Yang terakhir ini adalah menu kesukaan saya. Istri saya senang sekali dengan kegemaran saya ini. Murah, carinyapun mudah. Dan pasti kalau makan dengan menu ini saya pasti nambah. Istri saya selalu menghadiahkan sebuah ciuman ketika melihat saya nambah saat makan. (hmm… bikin cembokur ya?)

Kembali ke warung penyet. Setelah memesan tempe penyet, saya menunggu sambil menikmati acara TV yang tersedia disitu. Saat itu di RCTI sedang ada Sinetron Namaku Mentari. Sinetron yang menurutku tak bermutu itu sedang diputar di stasiun TV swasta pertama itu. Sepuluh menit kemudian, sepiring nasi putih, seporsi tempe dalam kubangan sambal terasi yang disuguhkan dalam cobek tanah juga turut disajikan. Hmm… tak sabar rasanya menghabiskannya.

Tidak sampai 20 menit, menu spesial (bagi saya) itupun habis. Lalu aku pun membayarnya setelah menyulut sebatang Djarum Super. “Berapa, Mbak?”. Tanyaku sama penjualnya. ” Tambah apa, Mas?” tanya dia balik. ” Nggak, cuma sama air putih”. Mbaknya jawab, “duaribu limaratus, Mas”… Hah!!!??? Murah sekali, batinku.

Ah, kalau begini bisa tiap sore nih makan disini, pikirku. Murah, enak. Tapi sayang, seandainya saya nambah nasi putih, tidak akan ada yang mencium saya. Biarlah, ciumnya diakumulasikan saja nanti setelah kembali kumpul.[tri]


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: